Selasa, 12 Agustus 2014

PPBI (Perencanaaan dan Pengajaran Bahasa Inggris)

1.      Apa yang dimaksud dengan RPP?
2.      Apa saja komponen minimal RPP?
3.      Bagaimana format RPP yang dapat dikembangkan?
4.      Bagaimana tujuan pembelajaran dalam RPP dirumuskan?
5.      Bagaimana materi pembelajaran dalam RPP dikembangkan?
6.      Apa yang dimaksud dengan metode pembelajaran dalam RPP?
7.      Komponen apa saja yang terdapat pada langkah pembelajaran dalam RPP?
8.      Bagaimana sumber belajar dalam RPP ditentukan?
9.      Bagaimana menyusun perencanaan penilaian dalam RPP?
JAWABAN.1.a) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran [RPP] adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pem belajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan dijabarkan dalam silabus.
b) Rencana pelaksanaan prosedur pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar isi dan telah dijabarkan dalam silabus.
c) RPP berkarakter merupakan sebuah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang menuntut penanaman karakter pada murid seperti Disiplin (discipline), Rasa hormat dan Perhatian (respect), tanggung jawab (responsibility) maupun karakter lainnya yang diharapkan bisa dimiliki oleh murid saat proses pembelajaran berlangsung maupun setelah Pembelajaran berlangsung.
Ada 3 Aspek yang sangat Penting yang harus kita Garis bawahi dalam menerapkan RPP berkarakter Eksplorasi Elaborasi dan Konfirmasi kepada anak didik kita antara lain sebagai berikut
1. Eksplorasi
Saat Proses Pembelajaran berlangsung maka seorang guru sebaiknya mengeksplorasi pengetahuan anak didiknya dengan cara menghadirkan pengalaman maupun pengetahuan baru kepada peserta didiknya. Hal inilah yang disebut dengan Eksplorasi
2. Elaborasi
Dalam Kegiatan Elaborasi diharapkan guru mampu menambah pengetahuan dan wawasan murid dari berbagai macam referensi dan buku buku serta menghadirkan Kerjasama dengan sesama murid.
3. Konfirmasi
Dalam Kegiatan Konfirmasi diharapkan guru mampu merangkum semua materi pelajaran maupun hal hal lain yang di anggap perlu untuk di refleksi . Guru bisa melibatkan Murid dalam merangkun dan memberikan kesimpulan dari materi pelajaran yang telah dibahas.
Perbedaan Rpp mata pelajaran dan Rpp tematiK Rpp mata pelajaran
Rpp tematik
Tercantum identitas kelas
Tercantum identitas kelas
Terdapat tema
Terdapat sub tema
Tercantum minggu/ hari
Tercantum minggu/ hari
Adanya alokasi waktu
Adanya alokasi waktu
Hanya terdapat 1 kompetensi dasar dan hanya untuk 1 mata pelajaran
Terdapat beberapa kompetensi dasar dari beberapa mata pelajaran
Tercantum indicator
Tercantum indicator
Adanya tujuan pembelajaran
Adanya tujuan pembelajaran
Adanya materi pokok
Adanya materi pokok
Tercantum metode
Tercantum metode
Terdapat langkah pembelajaran (kegiatan awal, inti, penutup)
Terdapat langkah pembelajaran (kegiatan awal, inti, penutup)
Terdapat alat/ bahan/ sumber
Terdapat alat/ bahan/ sumber
Adanya penilaian
Adanya penilaian
 Maka ringkasnya RPP adalah rencana operasional kegiatan pembelajaran setiap atau beberapa KD dalam setiap tatap muka di kelas. Lingkup RPP paling luas mencakup 1 (satu) Komptensi Dasar yang terdiri atas 1 (satu) indikator atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih.2.      Komponen RPP (minimal) yang harus dikembangkan:1)Tujuan pembelajaran;
Tujuan pembelajaran menggambarkan proses dan hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar.
2)Materi dan sumber pembelajaran;
Materi ajar memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompe tensi.
Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar, serta materi ajar, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi.
3)Metode dan media pembelajaran;
Metode pembelajaran digunakan oleh guru untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai kompetensi dasar atau seperangkat indikator yang telah ditetapkan. Pemilihan metode pembelajaran disesuaikan dengan situasi dan kondisi peserta didik, serta karakteristik dari setiap indikator dan kompetensi yang hendak dicapai pada setiap mata pelajaran.
Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan sebagai perantara untuk menyampaikan pesan dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien.
4)Skenario pembelajaran; dan
Skenario pembelajaran adalah rancangan aktivitas belajar yang dibuat oleh guru untuk mencapai KD tertentu sesuai dengan silabus yang telah dibuat oleh guru.
5)Penilaian hasil belajar.
Prosedur dan instrumen penilaian proses dan hasil belajar disesuaikan dengan indikator pencapaian kompetensi dan mengacu kepada Standar Penilaian
3.Format RPP yang dapat dikembangkan.4. Rumusan Tujuan Pembelajaran dalam RPP.Tujuan pembelajaran menggambarkan proses dan hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar. Tujuan pembelajaran dibuat berdasarkan SK, KD, dan Indikator yang telah ditentukan. Tujuan ini difokuskan tergantung pada indikator yang dirumuskan dari SK dan KD pada Standar Isi mata pelajaran yang akan dipelajari siswa.
5. Pengembangan Materi Pembelajaran dalam RPP.1) Mengidentifikasi jenis-jenis isi materi ajar, seperti materi ajar berupa fakta, konsep, prinsip, atau prosedur yang sesuai dengan indikatorPada saat menurunkan KD ke dalam indikator, sesungguhnya kita juga telah mengidentifikasi jenis-jenis materi ajar. Misalnya, indikator mengidentifikasi bentuk pantun berisi jenis bahan ajar berupa pengetahuan prosedur dan konsep; indikator praktik menulis pantun berisi jenis bahan ajar keterampilan. Artinya, dalam satu KD dapat terdiri atas beragam jenis isi bahan ajar. Dengan demikian, berdasarkan isi bahan ajar, terdapat jenis bahan ajar berupa pengetahuan, seperti pengetahuan tentang latar cerpen; bahan ajar berupa sikap, seperti pemberian tanggapan yang harus didasari oleh data-data otentik; dan bahan ajar berupa keterampilan, seperti keterampilan membacakan puisi.
Untuk lebih mempermudah cara pengidentifikasian di atas, dapat kita buat
tabel berikut ini.
Contoh Daftar Jenis Isi Bahan Ajar
No
Jenis Isi Bahan Ajar
contoh
1.Pengetahuan ( prosedur dan konsep)
Prosedur menemukan bentuk pantun dan konsep tentang bentuk pantun
2.Keterampilan (hasil)
Praktik menulis pantun
3.sikap
Menyunting pantun berdasarkan ketepatan syarat-syarat pantun
2) Memilih jenis pengembangan materi pembelajaran, yakni jenis pemilihan,penyusunanPengembangan materi pembelajaran dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti penyusunan, pengadaptasian, pengadopsian, penerjemahan, dan perevisian. Penyusunan merupakan proses pembuatan bahan ajar yang dilihat dari segi hak cipta milik asli si penyusun. Proses penyusunan itu dimulai dari identifikasi seluruh SK dan KD, menurunkan KD ke dalam indikator, mengidentifikasi jenis isi bahan ajar, mencari sumber-sumber belajar, sampai kepada naskah jadi. Wujudnya dapat berupa modul, lembar kerja, buku, e-book, diktat, handout, dan sebagainya. Pengadaptasian adalah proses pengembangan bahan ajar yang didasarkan atas bahan ajar yang sudah ada, baik dari modul, lembar kerja, buku, e-book, diktat, handout, CD, film, dan sebagainya menjadi bahan ajar yang berbeda dengan karya yang diadaptasi. Misalnya, bahan ajar Bahasa Indonesia diadaptasi dari buku teks pelajaran bahasa Indonesia yang telah beredar di pasar (toko buku) yang disesuaikan dengan kepentingan mengajar pendidik. Penyesuaian itu dapat didasarkan atas SK dan KD, tingkat kesulitan, atau tingkat keluasan. Bahan ajar yang baru kita buat, misalnya diwujudkan ke dalam bentuk modul. Pengadopsian adalah proses mengembangkan bahan ajar melalui cara mengambil gagasan atau bentuk dari suatu karya yang sudah ada sebelumnya. Misalnya, pendidik mengadopsi gagasan atau bentuk model buku pelajaran Bahasa Indonesia yang telah dikembangkan oleh Pusat Perbukuan (sekarang Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemdikbud) menjadi bahan ajar Bahasa Indonesia yang baru, baik dalam wujud modul, lembar kerja, buku, e-book, diktat, maupun handout. Perevisian adalah proses mengembangkan bahan ajar melalui cara memperbaiki atas karya yang sudah ada sebelumnya. Misalnya, seorang pendidik Bahasa Indonesia telah menulis buku pelajaran Bahasa Indonesia (dalam bentuk buku sekolah elektronik atau BSE). Kemudian, karena ada penataan kurikulum sehingga jumlah KD berkurang atau bertambah, buku tersebut dapat diperbaiki. Penerjemahan merupakan proses pengalihan makna suatu buku (model buku teks pelajaran, misalnya) dari yang awalnya berbahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia. Misalnya, ada buku tentang model pembelajaran bahasa. Buku tersebut berbahasa Inggris. Kemudian, kita terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.
3) Memilih wujud jenis pengembangan materi ajar (dapat berbentuk modul, lembar kerja peserta didik, buku, e-book, diktat, ataupun handout).Wujud dari jenis pengembangan bahan ajar dapat berbentuk modul, lembar kerja, buku, e-book, diktat, ataupun handout. Modul merupakan bentuk pengembangan bahan ajar. Biasanya, modul dijadikan sarana belajar mandiri bagi peserta didik. Karena diperuntukkan bagi belajar mandiri peserta didik, bahan ajar berwujud modul harus dapat dengan mudah dipelajari peserta didik tanpa bantuan langsung pendidik. Lembar kerja peserta didik (LKS) merupakan salah satu bahan ajar yang dikembangkan oleh pendidik. Jika LKS yang sekarang berkembang di pasar lebih diarahkan agar peserta didik mampu menghapal masalah-masalah dengan berbahasa dan bersastra, pendidik tentu dapat melakukan inovasi sehingga LKS menjadi sarana berlatih dan unjuk kerja peserta didik. Inovasi ini dapat dilakukan dengan berlandaskan orientasi belajar kontekstual. Terdapat empat jenis buku pendidikan, yakni buku teks pelajaran, buku panduan pendidik, buku pengayaan, dan buku referensi. Bentuk pengembangan bahan ajar Bahasa Indonesia dapat diarahkan kepada minimal keempat jenis buku pendidikan tersebut. Pengembangan bahan ajar ke dalam wujud buku ini haruslah sesuai dengan standar isi. Arah bahan ajar bahasa Indonesia adalah terbangunnya kemampuan atau kompetensi berbahasa dan bersastra peserta didik berkenaan dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap.
4) Mengidentifikasi jenis sumber pengembangan materi ajarTerdapat beberapa jenis sumber pengembangan materi ajar, seperti buku,
laporan hasil penelitian, dan jurnal. Buku teks pelajaran yang diterbitkan oleh
berbagai penerbit dapat dipilih untuk digunakan sebagai sumber bahan ajar. Buku teks pelajaran yang digunakan sebagai sumber belajar untuk suatu jenis mata pelajaran tidak harus hanya satu jenis, apalagi hanya berasal dari satu pengarang atau penerbit. Gunakan sebanyak mungkin buku teks pelajaran agar dapat diperoleh wawasan yang luas. Laporan hasil penelitian yang diterbitkan oleh lembaga penelitian atau oleh para peneliti sangat berguna untuk mendapatkan sumber belajar yang aktual atau mutakhir. Jurnal merupakan penerbitan berkala yang berisikan hasil penelitian atau hasil pemikiran yang sangat bermanfaat untuk digunakan sebagai sumber belajar.
Jurnal-jurnal tersebut berisikan berbagai hasil penelitian dan pendapat dari para ahli sesuai bidang masing-masing yang telah dikaji kebenarannya.
5) Menyusun kerangka materi ajar dituliskan dalam bentuk butir-butir (berdasarkan referensi)Kerangka materi ajar yang dikembangkan harus diperhatikan dari segi cakupan, jenis, serta kedalamannya. Tentulah hal tersebut harus pula didasarkan atas situasi dan keadaan sekolah atau lokasi sekolah. Sekolah yang berada di desa berbeda dengan di kota; sekolah yang minim sarana berbeda dengan sekolah yang sudah memadai dalam sarana; dan sebagainya.
6) Mengembangkan materi ajar berdasarkan butir-butir dengan memanfaatkan referensiPerlu disadari bahwa menulis (termasuk mengembangkan materi ajar) bukanlah pekerjaan sendirian. Sebuah tulisan sesungguhnya dihasilkan dari proses kerja sama dengan karya-kaeya para penulis sebelumnya. Oleh karena itu, materi
bahan ajar yang dikembangkan perlulah untuk selalu didasarkan atas berbagai referensi.
Indikator: Menyebutkan jenis-jenis makanan hewan (IPA Kelas IV SD)
Tujuan Pembelajaran: Menyebutkan jenis-jenis makanan hewan meliputi hewan darat dan hewan air.
Materi pembelajaran:
Jenis-jenis makanan hewan:
§  Jenis-jenis makanan hewan hidup di darat
§  Jenis-jenis makanan hewan yang hidup di air
6. Metode pembelajaran dalam RPPA. Metode KomunikatifTeori belajar kognitif dan konstruktivistik menjadi inspirasi bagi lahirnya
pendekatan komunikatif di dalam pembelajaran bahasa. Asumsi yang mendasari pendekatan komunikatif adalah pandangan tentang bahasa dan pembelajaran bahasa selalu mengalami perubahan sejalan dengan perkembangan paradigma
pembelajaran.
Pendekatan komunikatif merupakan pendekatan yang dilandasi oleh
pemikiran bahwa kemampuan menggunakan bahasa dalam komunikasi merupakan
tujuan yang harus dicapai dalam pembelajaran bahasa. Artinya, bahasa tidak hanya
dipandang sebagai seperangkat kaidah mengenai struktur bahasa, tetapi lebih luas
lagi, yakni sebagai sarana untuk berkomunikasi. Bahasa ditempatkan sesuai
dengan fungsinya, yakni fungsi komunikatif. Pendekatan ini didasarkan pada
pemikiran bahwa:
a) Pendekatan komunikatif membuka diri bagi pandangan yang lebih luas
tentang bahasa. Hal ini terutama menyebabkan orang melihat bahwa bahasa
tidak terbatas pada tata bahasa dan kosakata, tetapi juga pada fungsi
komunikatif bahasa.
b) Pendekatan komunikatif membuka diri bagi pandangan yang luas dalam
pembelajaran bahasa. Hal itu menimbulkan kesadaran bahwa mengajarkan
bahasa tidak cukup dengan memberikan kepada siswa bagaimana bentukbentuk
bahasa, tetapi siswa harus mampu mengembangkan cara-cara
menerapkan bentuk-bentuk itu sesuai dengan fungsi bahasa sebagai sarana
komunikasi dalam situasi nyata dan waktu yang tepat.
Di samping pemikiran tersebut, pendekatan komunikatif juga memiliki
ciri-ciri sebagai berikut:
a) Hanya kegiatan yang menunjukkan komunikasi yang sebenar yang
mendorong siswa belajar berbahasa. Misalnya, jika guru bertanya kepada
siswa dan guru mengetahui jawabannya, hal demikian bukanlah tergolong
ke dalam komunikasi sebab di dalam bertanya itu tidak terdapat
kekosongan informasi.
b) Kegiatan-kegiatan berbahasa yang bertujuan untuk mengerjakan tugastugas
yang bermakna dapat mendorong siswa untuk belajar.
c) Materi silabus komunikatif disiapkan sesudah diadakan suatu analisis
kebutuhan.
d) Penekanan dalam pendekatan komunikatif adalah pada siswa dan pada apa
yang diharapkan dari belajar bahasa itu. Artinya, penyajian materi dan
kegiatan-kegiatan di kelas harus berpusat pada siswa.
e) Peranan guru adalah sebagai fasilitator, penyuluh, penganalisis kebutuhan
siswa, dan pengelola kelompok.
f) Peranan materi pembelajaran dalam pendekatan komunikatif adalah
sebagai penunjang pelatihan berkomunikasi secara aktif. Materi ini meliputi wacana, tugas, dan bahan otentik (Sumardi, 2000; Subyakto-
Nababan, 1993; Yalden, 1985).
Mengenai pendekatan komunikatif dapat dipahami lebih konkret
melalui ilustrasi berikut. Guru yang mendasarkan diri pada bentuk-bentuk
gramatikal (seperti bentuk fonem, morfem, pola kalimat, dan kosakata) serta
menekankan cara-cara bagaimana bentuk-bentuk itu digunakan untuk
menyusun kalimat-kalimat gramatikal menunjukkan bahwa guru
menggunakan pendekatan struktur atau tata bahasa di dalam pembelajaran
bahasa. Sementara itu, guru yang mendasarkan diri pada ragam wacana serta
makna dan dihubungkan dengan situasi serta konteks berbahasa
menunjukkan bahwa guru tersebut menggunakan pendekatan komunikatif.
B. Metode Whole LanguageBerdasarkan paparan tersebut tampak bahwa pembelajaran bahasa Indonesia
tidak lagi diorientasikan kepada target penguasaan struktur bahasa. Hal ini
diperkuat oleh pendekatan whole language. Pendekatan ini menekankan pada belajar
berbahasa dan bersastra secara terpadu, baik membaca, menulis, mendengarkan,
berbicara, kebahasan, serta kesastraan. Padahal, apabila kita cermati secara saksama,
pembelajaran bahasa adalah menyeluruh. Artinya, bila anak tersebut belajar
membaca, secara tidak langsung anak tersebut belajar mendengarkan, berbicara,
menulis, kebahasaan, serta kesastraan. Pembelajaran bahasa yang dipaket dalam
satu kemasan dengan memusat pada satu tema adalah pembelajaran yang menarik
bagi siswa. Model pembelajaran tersebut dikenal dengan Model Whole LanguageApproach.Whole Language Approach adalah suatu pendekatan terhadap pembelajaran
bahasa secara utuh. Artinya, dalam pembelajaran bahasa kita mengajarkannya
secara kontekstual, logis, kronologis, dan komunikatif serta menggunakan settingnyata dan bermakna. Di dalam pendekatan Whole Language terdapat hubungan yang
interaktif antara mendengarkan, berbicara, membaca, menulis, kebahasaan, serta
kesastraan. Belajar bahasa harus terintegrasi ke dalam bahan yang tersirat dari
kurikulum (hidden curriculum). Artinya, pembelajaran bahasa terpadu dengan
perkembangan motorik, sosial, emosional, dan kognitif juga pengalaman, media,
dan lingkungan siswa.
Berdasakan paradigma dan pendekatan terbaru di dalam pembelajaran,
paradigma belajar mengalami pergeseran dari belajar untuk menerima ke belajar
untuk mengalami. Pergeseran juga terjadi di dalam memandang bahasa, dari bahasa
sebagai pengetahuan mengenai struktur ke bahasa sebagai alat komunikasi. Di
dalam pandangan baru, belajar bahasa itu akan lebih bermakna jika anak-anak mengalamiapa yang dipelajarinya (berbahasa dan bersastra), bukan
mengetahuinya (tentang bahasa dan sastra). Pembelajaran yang berorientasi pada
target penguasaan materi tentang bahasa dan sastra terbukti hanya berhasil di
dalam mengingat jangka pendek tentang bahasa dan sastra, tetapi gagal di dalammengembangkan kemampuan berbahasa dan bersastra.C. Metode KooperatifKompetensi-kompetensi berbahasa dan bersastra Indonesia sangat beragam.
Keberagaman ini berdampak pada ketepatan di dalam pemilihan strategi
pembelajaran. Terdapat beberapa dimensi di dalam strategi kooperatif. Pertama, dimensi
motivasi. Kelompok dapat dijadikan media untuk saling memberikan dorongan.
Kedua, dimensi sosial. Dorongan itu dapat terjadi dalam bentuk saling memberi
bantuan, memberi masukan, memberi kepercayaan, memberi inspirasi, dan
sebagainya. Individu-individu menjadi bagian terpenting bagi keberhasilan
kelompok. Ketiga, dimensi kognitif. Saling memberi merupakan proses berpikir.
Siswa terdorong untuk mengolah berbagai informasi bagi pencapaian prestasi.
Keempat, dimensi elaborasi. Setiap individu akan berusaha untuk memahami dan
menggali informasi untuk memperkaya pengalaman kognitifnya.
Peran yang dapat dilakukan guru adalah merancang pembelajaran secara tim.
Guru harus mampu membuat setiap siswa ingin belajar. Kemudian, guru dapat
menerapkan rancangan tersebut ke dalam perencanaan, pengorganisasian,
pelaksanaan, dan penilaian. Guru juga dapat mendorong setiap siswa dalam tim
untuk bekerja sama. Siswa bukan hanya memiliki tanggung jawab atas peran yang
diberikan kepadanya, tetapi harus sampai pada munculnya kesadaran bahwa saling
membantu merupakan prestasi yang amat tinggi di dalam hidup. Selain itu, guru
juga dapat membantu siswa dalam kelompok untuk mengembangkan keterampilan
bekerja sama. Keterampilan ini terutama menyangkut keterampilan berinteraksi dan berkomunikasi. Berbagai hambatan yang muncul secara umum adalah rasa rendah
diri, malu, takut salah, terbata-bata dalam berbahasa, dan sebagainya.
D. Metode KontekstualStrategi kontekstual diambil secara utuh dari pendekatan kontekstual.
Artinya, strategi ini dilandasi secara utuh oleh pendekatan kontekstual. Seperti juga
di dalam pendekatannya, strategi kontekstual diturunkan lagi ke dalamt tujuh
komponen utama, yakni konstruktif, inkuiri, bertanya, masyarakat belajar,
pemodelan, refleksi, dan penilaian otentik (Depdiknas, 2003).
Strategi konstruktif merupakan strategi pembelajaran yang didasari oleh
pemikiran filosofis bahwa perngetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi
sedikit, yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas dan bertahap.
Pengetahuan bukanlah seperangkat fakta, konsep, atau kaidah yang siap untuk
ditransfer, melainkan seperangkat pengalaman yang siap untuk dimaknai melalui
pengalaman nyata pembelajar. Dengan kata lain, konstruktif merupakan strategi
belajar untuk menjadikan pengetahuan itu milik pembelajar.
Strategi inkuiri merupakan strategi pembelajaran yang terkait dengan
kegiatan membangun pengetahuan berdasarkan pengalaman nyata pembelajar
melalui kegiatan penemuan. Kegiatan penemuan merupakan strategi untuk
memaknai dan memahami fakta, konsep, atau kaidah pengetahuan menjadi sesuatu
yang dihasilkan dari kegiatan pembelajar, seperti melalui observasi, bertanya,
membuat hipotesis, membuktikan hipotesis melalui pengumpulan data, serta
menyimpulkan.
Strategi bertanya merupakan strategi pembelajaran yang terkait dengan
kegiatan memprediksi, meragukan, membuktikan, dan sekaligus sebaga upaya
memperkuat strategi inkuiri. Penemuan dapat diperoleh melalui kegiatan bertanya.
Artinya, bertanya menjadi awal bagi penemuan sesuatu yang baru.
Sesuai dengan ciri sosiologis dari manusia, pembelajar adalah orang-orang
yang saling membutuhkan orang lain. Untuk mencapai penemuan, diperlukan kerja
tim. Pemikiran tim merupakan hasil dari kegiatan yang mengarah pada pembuktian
kebenaran suatu konsep, fakta, atau kaidah pengetahuan, baik lama maupun baru.
Cara demikian merupakan ciri dari strategi masyarakat belajar.
Agar pembelajar mampu mengkonstruksi dan menemukan pengetahuan
baru, seringkali diperlukan contoh konkret. Contoh konkret ini diidentifikasi dan
diklasifikasi menjadi sebuah model atau pola yang kemudian dapat ditiru untuk
mencipta sesuatu yang baru. Strategi ini dikenal dengan pemodelan.
Strategi refleksi merupakan strategi pembelajaran kontekstual yang
mengarah kepada pembayangan dan pemikiran terhadap segala yang telah maupun yang akan dipelajarinya. Kegiatan merenungkan serta memikirkan pengalamanpengalaman
baru merupakan upaya memperkuat serta memaknai pengetahuan
sehingga menjadi milik pembelajar.
Data-data kemajuan pembelajar melalui berbagai strategi kontekstual
haruslah teridentifikasi dan terklasifikasi menjadi suatu bahan untuk menentukan
ada-tidaknya pemahaman dan pemilikan pengetahuan yang bermakna. Data-data
ini merupakan daa-data otentik yang bernilai tinggi di dalam menentukan berhasiltidaknya
belajar seseorang. Oleh karena itu, diperlukan strategi penilaian otentik
untuk melihat kemajuan pembelajar.
7. Komponen yang terdapat pada langkah Pembelajaran dalam RPP1. Mengisi kolom identitas
2. Menenukan alokasi waktu yang dibuthkan untuk pertemuan yang telah ditetapkan
3. Menentukan SK, KD, dan Indikator yang akan digunakan yang terdapat pada silabus yang telah disusun
4. Merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan SK, KD, dan Indikator yang telah ditentukan
5. Mengidentifikasi materi ajar berdasarkan materi pokok/pembelajaran yang terdapat dalam silabus. Materi ajar merupakan uraian dari materi pokok/pembelajaran.
6. Menentukan metode pembelajaran yang akan digunakan
7. Merumuskan langkah-langkah pembelajaran yang terdiri dari kegiatan awal, inti, dan akhir.
8. Menentukan alat/bahan/sumber belajar yang digunakan
9. Menyusun kriteria penilaian, lembar pengamatan, contoh soal, teknik peskoran, dll.
8. Cara menentukan sumber belajar dalam RPP.
Sumber balajar adalah rujukan, objek dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. Sumber belajar dapat berupa media cetak dan elektronik, narasumber, serta lingkungan fisik, alam, sosial, dan budaya.
Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi.
9. Susunan  perencanaan penilaian dalam RPP

Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan, pengamatan kinerja, sikap, penilaian hasil karya berupa proyek atau produk, penggunaan portofolio, dan penilaian diri.

Senin, 11 Agustus 2014

Ringkasan :

Memperpendek karangan dengan tetap mepertahankan   keaslian pikiran-pikiran pokok dan sistematika  penulisan asli penulis dari tiap paragraf   tanpa ada perubahan sedikitpun.

Public Vs Private Education: Differences

While there are many differences between public and private schools, the primary difference is the approach to discipline. 
In a private school the rules of the school are clearly laid out when you sign the contract to attend a private school. By signing the contract you agree to abide by the terms of the contract which include consequences for infraction of the discipline code. In a public school you have rights - constitutional rights which must be respected. The disciplinary process takes time and frequently is a cumbersome, complicated process. Students quickly learn how to play the system and can tie teachers up in knots for weeks over disciplinary matters.
Discipline Promotes an Atmosphere for Learning
When you are not fighting for control of a class, you can teach. Because parents send their children to private school to learn, the focus is on learning. Of course, there will still be the usual teenage experimenting with authority and the limits. But, as a rule, that kind of testing is fairly harmless. Why? Because everybody knows the rules. The code of conduct spells out serious consequences for disrespecting a teacher or a classmate. The code of conduct is enforced. Bullying is unacceptable behavior. Disruptive behavior is unacceptable. Fighting is unacceptable. Discipline promotes an atmosphere for learning.
Discipline is a critical part of the three way partnership private school education is all about. When you sign the contract with the school, you commit to a three way partnership. While the school takes care of the academics and provides a host of other services while your child is in its care, you are still required to be involved. The school will not allow you to be a silent partner. It will insist on your involvement.


Resume:

Many differences between public and private schools, the primary difference is the approach to discipline. 
In a private school the rules of the school are clearly laid out when you sign the contract to attend a private school. By signing the contract you agree to abide by the terms of the contract which include consequences for infraction of the discipline code. In a public school you have rights - constitutional rights which must be respected. The disciplinary process takes time and frequently is a cumbersome, complicated process. Students quickly learn how to play the system and can tie teachers up in knots for weeks over disciplinary matters. Discipline is a critical part of the three way partnership private school education is all about. When you sign the contract with the school.

sumber:
http://privateschool.about.com/cs/employment/a/advantages_2.htm 


5 Financial Planning Tips for Children’s Education

Every parent would want to give the best for their children, including education. Maximizing the interests and talents of the child through the best education is a parent’s dream. Therefore, the cost of children’s education is one of the things that should not neglect to prepare. Moreover, the estimated cost of education rises by 20 % each year which much greater than the change in inflation and salary increases.




With this increase, the best way to prepare children’s education funds is investment. The following five tips below may help you more:



Prepare early

Investments take time to develop. The cost of education is usually a long- term targets that take more than 5 years to be achieved. Therefore, the sooner you start setting aside money and save it as investment, the better it will be.

Plan your child’s education

Plan your child’s education, such as the type of school you want (public school, private, or overseas), the type of education according to the interests and talents of your child (school of art, or medicine, etc.). After that, use the internet to browse the information of the estimated cost of your child’s education in the future.

Calculate the amount of investment you need to do

After getting the target cost of education, you can calculate the amount of investment you need to do to achieve those targets. Total investment is also influenced by the type of investment you are doing, for example education savings, mutual funds, etc.

Get a Life Insurance

You also have to think of the worst possible. What would happen if you or your spouse as a family breadwinner could no longer finance the family, such as illness or death? Prepare for your child’s protection, so when the worst happens, your child can still live decently and get the best education.

Do not Doubt to Ask

Knowledge of financial planning you can get from books, the internet, financial news, or ask family or friends who were/are investing. If necessary, you can also consult a financial planner to create a plan to fund the best education for your child.
After having a good plan for the preparation of educational funds, you’ll need next is the discipline to execute the plan. Reevaluate your plan within a certain period, for example, once a year, adjust to the economic conditions, the condition of your finances, etc. Do all in order to give the best for your child!

Resume:
The cost of children’s education is one of the things that should not neglect to prepare. Moreover, the estimated cost of education rises by 20 % each year which much greater than the change in inflation and salary.
With this increase, the best way to prepare children’s education funds is investment. The following five tips below may help you more:
ü  Prepare early
ü  Plan your child’s education
ü  Calculate the amount of investment you need to do
ü  Get a Life Insurance
ü  Do not Doubt to Ask
After having a good plan for the preparation of educational funds, you’ll need next is the discipline to execute the plan. Reevaluate your plan within a certain period, for example, once a year, adjust to the economic conditions, the condition of your finances, etc. Do all in order to give the best for your child!

http://ratnasari.staff.stainsalatiga.ac.id/2014/02/04/5-financial-planning-tips-for-childrens-education/ 









Cuyet Blog © 2008 Template by:
SkinCorner